liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 BARON69 RONIN86 DINASTI168
Logo Katadata

NASA dan peneliti University of Leeds di Inggris menggunakan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi bencana alam seperti gunung es yang mencair dan badai matahari.

Gunung es mencair akibat pemanasan global bisa berdampak buruk terhadap alam, seperti membuat permukaan laut naik sehingga menenggelamkan kota, menghambat pertumbuhan terumbu karang, perubahan iklim hingga mengancam habitat hewan.

Sementara itu, badai matahari bisa merusak satelit sehingga mengganggu konektivitas di Bumi dan membuka celah medan magnetik sekitar kutub.

Mahasiswa PhD di University of Leeds di Inggris Anne Braakmann-Folgmann pun melakukan penelitian menggunakan teknologi AI untuk mendeteksi proses pencairan gunung es.

Studi yang diterbitkan di The Cryosphere menyebutkan, tidak mudah untuk menemukan dan memantau gunung es raksasa, apalagi mengukur berapa banyak air lelehan yang dihasilkan. Sebab gunung es sering kali tersembunyi oleh awan, dan dapat tertukar dengan fitur lain dalam gambar satelit.

Anne Braakmann-Folgmann memakai teknologi AI untuk memetakan gunung es raksasa di Antartika menggunakan gambar radar dari misi Copernicus Sentinel-1. Selain itu, menaruh alat untuk memahami peran gunung es di lingkungan Antartika.

Tidak seperti instrumen seperti kamera, radar dapat menembus awan dan bekerja dalam kegelapan, sehingga cocok untuk mengamati wilayah Antartika. 

Pada sebagian besar gambar radar, gunung es tampak sebagai titik terang dengan latar belakang lautan dan es laut yang lebih gelap, sehingga lebih mudah dideteksi.

Namun, terdapat tantangan seperti membedakan gunung es dari es laut yang kasar atau es yang tertiup angin. Selain itu, sulit memisahkan gunung es utama dengan yang hanya berupa pecahan kecil. 

Tantangan lainnya yakni garis pantai Antartika terkadang terlihat seperti gunung es dalam gambar radar.

Karyawan di Universitas Arktik Norwegia di Tromsø itupun menggunakan jaringan saraf, sejenis teknologi AI yang dapat belajar dari data dan membuat prediksi.

Jaringan syaraf dirancang untuk memetakan luas gunung es pada gambar radar, dengan mempertimbangkan hubungan yang kompleks dan non-linear antara piksel gambar dan kontur gunung es.

Jaringan syaraf tiruan dilatih menggunakan garis kontur gunung es yang digambar secara manual sebagai target. Jaringan ini dapat menyempurnakan prediksi dengan membandingkan gambar dan target, lalu menyesuaikan parameternya. 

Pelatihan berhenti secara otomatis ketika jaringan saraf mencapai kinerja terbaik, memastikan keandalan, dan kemampuan beradaptasi.