liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Proyek Bandara Bali Utara, Dicoret dari PSN Lalu Dikritik Megawati

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menolak pembangunan bandara di Bali bagian utara. Menurutnya, proyek ini hanya menguntungkan investor dan melupakan kepentingan masyarakat sekitar.

Bahkan, dia menyebut proyek itu hanya membuang-buang uang. “Kok kebayang nggak buang-buang saja,” katanya, Senin (16/1).

Sebelumnya, Mega telah mendengar rencana pembangunan Kota Bali Utara dari Gubernur I Wayan Koster yang merupakan kader PDIP. Saat itu, ia menolak rencana tersebut karena masih di tengah pandemi Covid-19. Dana yang ada dapat dialokasikan untuk rakyat.

Selain itu, Mega juga telah memberikan masukan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Daripada membangun bandara baru, lebih baik menggunakan Bandara Internasional Ngurah Rai yang saat ini hanya memiliki satu runway alias landasan pacu.

Alternatif bagi wisatawan yang ingin datang ke pulau ini adalah melalui Banyuwangi atau Surabaya, Jawa Timur. Cara ini, menurut Mega, bisa berdampak ganda bagi pembangunan di sekitar Bali.

JUMLAH PENUMPANG DI BANDARA BALI MENINGKAT (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.)

Kendala Proyek Bandara Internasional Bali Utara

Proyek ini mulai berjalan sekitar tujuh tahun lalu. Rencana tersebut telah masuk dalam 13 proyek skema public private partnership atau PPP Book 2013 yang diajukan Kementerian Perhubungan.

Gubernur Bali saat itu, Made Mangku Pastika mengatakan, lokasi Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) berada di Kecamatan Kubudindingan, Kabupaten Buleleng, Bali. Lahan yang tersedia sekitar 400 hektar. “Milik masyarakat adat Kubudindingan,” kata Pastika pada 1 Juli 2015 dikutip dari Antara.

Dalam perjalanannya, luas lahan Bandara Internasional Bali Utara bertambah menjadi 2.150 hektare. Separuh kawasan ini rencananya akan dibangun di atas laut dengan memperluas daratan alias reklamasi.

Kompleks bandara terintegrasi dengan aerotropolis alias kawasan perkotaan yang berdekatan dengan bandara. Sebanyak dua landasan pacu akan disediakan untuk lepas landas dan mendarat pesawat komersial.

Namun dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kendala. Pastika, yang kini menjadi anggota DPD, menyampaikan hal itu pertengahan tahun lalu.

Dua konsultan telah menyatakan minatnya tetapi masing-masing memiliki rencana yang berbeda. Seorang konsultan berencana membangun landasan pacu di laut. “Itu persis di belakang Pulau Bali, bagian reklamasi dan laut,” kata mantan Kapolda Bali itu dikutip dari Antara, 29 Juli 2022.

Dengan cara ini, tidak perlu pembebasan lahan untuk pekerjaan proyek. Selain itu, landasan pacu di laut juga tidak merusak lahan produktif karena terdapat sawah di sekitar bandara.

Konsultan kedua mengusulkan jalur darat menggunakan tanah milik desa adat. Namun, masyarakat desa adat menolak menggunakan lahannya untuk pembangunan bandara. Masalah lainnya, tanah tersebut masih dikontrak oleh pihak lain.

Tak pernah ada keputusan akhir, proyek Bandara Internasional Bali Utara diundur dari jadwal. “Dulu, rencananya adalah bekerja untuk pemerintah Kanada. Tapi karena terlalu lama dan tidak jadi, jadi tidak jadi,” kata Pastika.

Airport Kinesis Canada alias AKC awalnya akan berinvestasi di bandara. Nilainya sekitar US$ 3 miliar atau Rp 45,5 triliun. Target waktu pembangunan delapan tahun dan ground breaking akan dilakukan pada 2017.

PENINGKATAN WISATAWAN INTERNASIONAL DI BANDARA BALI (FOTO/Fikri Yusuf)

Karena BIBU dihapus dari PSN

Bandara Internasional Bali Utara tidak lagi menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah pusat beralasan pemadaman dilakukan karena bandara belum siap hingga 2024.

“Karena banyak persoalan yang membutuhkan upaya lebih besar agar tidak selesai pada 2024,” kata Deputi Koordinator Bidang Pembangunan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo dikutip dari Antara, 22 Agustus 2022.

Namun, bukan berarti proyek tersebut belum selesai. Bandara di Bali utara itu akan tetap beroperasi. Pemerintah masih menilai Pulau Dewata membutuhkan bandara tambahan untuk melengkapi Bandara Internasional Ngurah Rai.

Bandara lama Bali penuh dengan pengunjung dan hanya memiliki satu landasan pacu. Salah satu dampaknya adalah seringnya terjadi kemacetan di bagian selatan pulau.