liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo Katadata

Tanggal 15 Januari merupakan hari peringatan salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia. Pada hari ini, terjadi Peristiwa Malari, yang merupakan akronom dari malapetaka 15 Januari.

Pada 15 Januari 1974, terjadi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh massa, yang terdiri dari aktivis dan mahasiswa memprotes kebijakan Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung damai tersebut, berubah menjadi kerusuhan besar di Jakarta.

Peristiwa Malari dilatar belakangi oleh ketidakpuasan para aktivis dan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintahan Orde Baru, yang pro investasi asing. Apalagi, kebijakan lunak terhadap pemodal asing, terutama dari Jepang, dinilai lebih banyak dinikmati para pengusaha dan kalangan di lingkaran Orde Baru.

Latar Belakang Peristiwa Malari 1974

Aparat menghadang massa pada Peristiwa Malari 15 Januari 1974 (Dok. Tempo)

Peristiwa Malari tidak muncul begitu saja, karena dipicu oleh ketidakpuasan mahasiswa sejak awal 1970. Para aktivis dan mahasiswa di Indonesia menilai kebijakan pemerintah Orde Baru lebih menguntungkan para pengusaha dan lingkaran kekuasaan daripada kepentingan rakyat umum.

Mengutip Tempo, Peristiwa Malari dapat dilihat dari dua sudut pandang. Pertama, sebagai bentuk demonstrasi mahasiswa menentang modal asing, terutama Jepang. Kedua, bentuk ketidaksenangan kaum intelektual terhadap Asisten Pribadi atau Aspri Presiden Soeharto, yaitu Ali Moertopo dan Soedjono Humardani.

Awal 1970-an, Indonesia mengalami sejumlah aksi protes terhadap investasi Jepang. Protes ini terutama terfokus pada proyek-proyek industri besar yang melibatkan perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia. Beberapa faktor dan isu yang menyebabkan aksi protes tersebut, antara lain:

1. Ketidakpuasan terhadap Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Ketidaksetaraan

Protes terhadap investasi Jepang kerap dikaitkan dengan ketidakpuasan terhadap cara pemerintah Indonesia dan perusahaan Jepang mengelola sumber daya alam.

Beberapa proyek industri besar, terutama dalam sektor pertambangan dan perkebunan, dianggap merugikan lingkungan dan merampas hak-hak tanah dari masyarakat lokal.

Protes juga muncul karena terdapat ketidaksetaraan dalam pembagian hasil ekonomi. Aktivis menilai bahwa investasi asing lebih mendukung kepentingan korporasi dan pemerintahan Orde Baru daripada kepentingan rakyat.

2. Kondisi Kerja dan Hak Pekerja

Aksi protes juga mencakup isu-isu terkait kondisi kerja di perusahaan-perusahaan Jepang. Pekerja sering kali mengeluhkan upah rendah, kondisi kerja yang buruk, dan kurangnya perlindungan terhadap hak-hak pekerja.

3. Imperialisme Ekonomi

Sebagian aktivis dan mahasiswa melihat investasi Jepang sebagai bentuk imperialisme ekonomi, dimana perusahaan Jepang dianggap memanfaatkan ekonomi Indonesia untuk kepentingan mereka sendiri.

4. Ketergantungan Ekonomi

Penentangan terhadap investasi asing, termasuk di dalamnya dari Jepang, juga berkaitan dengan keprihatinan terhadap ketergantungan ekonomi Indonesia pada modal asing. Para aktivis merasa bahwa Indonesia seharusnya memiliki kontrol lebih besar terhadap ekonominya sendiri, tanpa terlalu tergantung pada modal asing.

Aksi protes juga mencerminkan kritik terhadap kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap terlalu bersahabat dengan perusahaan-perusahaan asing, termasuk perusahaan Jepang. Presiden Soeharto dinilai terlalu mendukung investasi asing, tanpa memperhatikan kepentingan rakyat.

Peristiwa Malari (Dok. Tempo)

Meletusnya Peristiwa Malari

Paristiwa Malari dipicu oleh penolakan para aktivis dan mahasiswa terhadap kunjungan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka pada 14 Januari 1974. Sebelumnya, pada 11 Januari, Presiden Soeharto menerima delegasi Dewan-Dewan Mahasiswa.

Para perwakilan mahasiswa menyampaikan kecaman dan mempertanyakan kewibawaan presiden, yang dirongrong tingkah laku para pemimpin yang memperkaya diri. Mereka menilai operasi khusus atau opsus yang dipimpin Ali Moertopo memiliki kekuasaan yang terlampau besar melebihi pemerintah dan parlemen.

“Penyambutan” Perdana Menteri Tanaka yang Gagal

Pertemuan antara delegasi mahasiswa dan Presiden Suharto tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Kemudian mahasiswa melalui sebuah Apel Siaga Mahasiswa di kampus Universitas Kristen Indonesia pada 12 Januari 1974 mengajak masyarakat untuk menyambut Perdana Menteri Jepang dengan gerakan aksi.

Saat itu, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia (DM-UI) Hariman Siregar mengatakan, akan ada gerakan penyambutan Perdana Menteri Tanaka untuk memberitahu dunia bahwa bangsa Indonesia masih memiliki harga diri bangsa dan masih banyak masyarakat yang tidak bisa dibeli dengan harta benda.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi pembuka gerakan demonstrasi mahasiswa menyambut Tanaka pada 14 Januari 1974. Hal ini kemudian diwujudkan dengan demonstrasi besar-besaran pada tanggal yang ditentukan, sebagai protes atas kedatangan Perdana Menteri Jepang di bandara Halim Perdanakusuma.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21