liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Kominfo Fasilitasi 17 Startup Pelajari Faktor Penyebab Bangkrut

Kominfo atau Kementerian Komunikasi dan Informatika memilih 17 perusahaan rintisan untuk mengikuti program pelatihan 6th group Startup Studio Indonesia. Mereka akan mendalami product-market fit, yang merupakan salah satu faktor penyebab bangkrutnya startup.

Product Plan mendefinisikan product market fit sebagai konsep atau skenario ketika pelanggan perusahaan ingin membeli, menggunakan dan menyebarkan informasi tentang produk.

Jika itu terjadi pada banyak pelanggan bisnis, maka akan dapat mendukung pertumbuhan perusahaan dan meningkatkan keuntungan.

Profesor Thomas R Eisenmann dari Harvard Business School mengungkapkan bahwa 90% startup gagal karena produk/jasa yang dikembangkan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

Hal ini sejalan dengan temuan CB Insights, bahwa 42% startup gagal karena gagal menemukan product-market fit.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menyebutkan bahwa 80% – 90% startup mengalami kebangkrutan saat baru dirintis. Dengan rincian sebagai berikut:

42% karena produk tidak memenuhi kebutuhan pasar 29% dari dana 23% karena komposisi tim 19% dari persaingan 18% masalah harga

Kominfo juga memberikan pelatihan terkait kesesuaian pasar produk melalui Startup Studio Indonesia. Ini adalah program untuk memfasilitasi startup digital tahap awal untuk memperluas potensi bisnis mereka.

Startup Studio Indonesia angkatan ke-6 akan diselenggarakan mulai Februari hingga Juni.

“Selama empat bulan seluruh startup akan mengikuti founder camp dan one on one mentoring session dengan fokus utama pada product market fit journey,” ujar Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan dalam press konferensi virtual opening founder camp Startup Studio Indonesia Batch 6 – “Discover on Opportunities: A Key Foundation for a Sustainable Business in 2023”, Kamis (9/3).

Ada 17 startup yang dipilih dari berbagai sektor seperti supply chain, SME drive, kesehatan, real estate dan konstruksi, keuangan hingga teknologi. Mereka termasuk:

Amoda (perusahaan real estat dan konstruksi berbasis teknologi) Assemblr (platform ekosistem Augmented Reality) AYO Indonesia (aplikasi komunitas sepak bola) Baskit (SaaS khusus untuk grosir dan distributor) Human Capital Services DEUS (platform manajemen personalia/SDM dengan gamifikasi) Create (digital penyedia layanan percetakan) Lakuliner (agregator penyedia cloud kitchen untuk merek F&B) Looyal (aplikasi manajemen bisnis untuk bisnis online dan offline) Medi-Call (layanan kesehatan on-demand di rumah) OneKlinik (penyedia layanan kesehatan berbasis teknologi dasar) Pajak .io (platform penyelesaian pajak) Berbayar (platform pembayaran all-in-one) Rooma (penyedia jasa dan produk desain interior) Pak PKS (agregator ekspor untuk UMKM) Tweak (platform kebugaran sesuai permintaan) Tokban (marketplace toko bahan bangunan) RASA (sebelumnya Warjali – platform untuk menyediakan bahan baku, informasi dan pembiayaan untuk UKM, warung dan petani)

Semuel menjelaskan, sesi coaching akan fokus membahas interaksi peningkatan produk dan model bisnis, serta meningkatkan retensi pengguna produk sebelum memasuki tahap perluasan pasar. Sesi coaching akan dihadiri oleh lebih dari 80 coach yang memimpin para pendiri dan praktisi startup aktif.

“Hal ini dilakukan untuk membantu mempersiapkan mereka menghadapi volatilitas pasar dan terus berkembang untuk melangkah lebih jauh,” katanya.

Rangkaian acara akan ditutup dengan hari yang penting. Peserta berkesempatan mempresentasikan bisnis dan prestasinya di hadapan para pemangku kepentingan di industri startup.

Program ini menekankan semangat kerjasama antar pelaku startup untuk bersama-sama membangun ekosistem digital Indonesia yang kuat melalui transfer knowledge, character building, dan kompetensi startup yang berdaya saing tinggi.

“Kami percaya Startup Studio Indonesia akan membuka jaringan baru untuk mengembangkan perusahaan startup lebih cepat dan menemukan figur yang cocok dan handal untuk dapat berkonsultasi mengenai tantangan yang ada,” katanya.

Kominfo menargetkan 150 start-up digital yang berhasil mengembangkan bisnisnya dari sisi jumlah pengguna, total pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan pendanaan pada tahun 2024.