liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Kominfo: Berkat Piala Dunia 2022, Warga Ramai Beralih ke TV Digital

Kominfo atau Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut Piala Dunia 2022 membuat masyarakat beralih dari TV analog ke TV digital. Hal ini terlihat dari data Nielsen.

Peralihan dari TV analog ke TV digital alias Analog Switch Off (ASO) dimulai di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 3 November 2022. Sebelum diterapkan, Nielsen menyatakan 58 juta keluarga masih belum memiliki televisi digital.

Saat ini, lebih dari 45 juta memiliki TV digital. “TVR (peringkat TV) sebelum ASO 10.6. Selama final Piala Dunia 2022 12.2, dan sekarang TVR 10.5,” kata Direktur Penyiaran Ditjen Posting dan Administrasi Informasi Kominfo Geryantika Kurnia kepada wartawan melalui SMS, Sabtu (14/1).

Jumlah penonton sebelum berpindah dari TV analog ke TV digital sekitar 6,2 juta. Selama final Piala Dunia 2022, 5,5 juta keluarga menonton televisi meski harus beralih ke TV digital.

“Komposisi rating TV saat ini terbilang sudah kembali normal,” katanya.

Berdasarkan survei Nielsen di 11 kota besar dari 1 hingga 15 Januari, rata-rata penetrasi TV digital mencapai 79%. Surakarta bahkan mendekati normal tertinggi yaitu 90%.

Kota-kota yang disurvei antara lain Bandung, Banjarmasin, Denpasar, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, dan Surakarta.

“Pada dasarnya di ASO secara nasional, masyarakat sudah siap beralih ke TV digital,” kata Gery.

Namun, pemerintah masih mempertimbangkan untuk mendistribusikan set top box bagi masyarakat miskin. “Ada sekitar 4 juta set top box dari swasta yang belum disalurkan ke masyarakat miskin,” ujarnya.

Lembaga penyiaran televisi, kata dia, hanya mendistribusikan set top box 5,7 persen dari target. “Dan cenderung stagnan,” ujarnya.

Ini kemudian mencegah migrasi dari TV analog ke TV digital. “Penyelenggara Mux butuh komitmen kuat untuk mempercepat pendistribusian set top box ke keluarga kurang mampu,” ujar Gery.