liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Dapat Pesan 'Tanda-tanda' PHK, Karyawan Google Makin Khawatir

CEO Google dan perusahaan induk Alphabet Sundar Pichai telah dibanjiri pertanyaan karyawan tentang pemutusan hubungan kerja alias PHK. Raksasa teknologi itu dikabarkan akan merumahkan 10.000 pekerjanya tahun depan.

“Semakin banyak karyawan Google yang berisiko masuk dalam daftar berkinerja rendah tahun depan,” menurut komunikasi internal Google yang dikutip CNBC International, Jumat (23/12).

Selama rapat umum minggu lalu, para eksekutif Google menjelaskan proses peninjauan kinerja karyawan secara lebih rinci. Dengan adanya kebijakan baru terkait kinerja atau Research and Development (GRAD) Google, perusahaan memperkirakan 6% karyawan tetap masuk dalam kategori peringkat rendah.

Mereka juga berisiko tinggi terhadap tindakan korektif, termasuk pemutusan hubungan kerja.

Jumlah karyawan yang masuk kategori berkinerja rendah terus bertambah, karena target yang ditetapkan Google dinilai sulit dicapai.

Sedangkan penilaian GRAD memasuki batas waktu akhir tahun. CNBC International melaporkan bahwa karyawan Google khawatir mereka akan di-PHK.

Dalam rapat umum bulan lalu, sejumlah karyawan meminta kejelasan soal rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) eksekutif. Terlebih lagi, Google meningkatkan jumlah karyawannya sebesar 24% secara tahunan (year-over-year/yoy) pada kuartal ketiga.

Selain itu, dokumen GRAD terbaru menyebutkan perseroan sedang mengkaji pemberian bonus dan kenaikan gaji tahun depan. “Ada juga pernyataan perusahaan masih berencana membayar 5% – 10% lebih tinggi dari harga pasar,” katanya seperti dikutip.

Berikut daftar pertanyaan karyawan Google yang dibacakan Pichai saat rapat pada 8 Desember:

“Mengapa Google memberi manajer garis depan dukungan check-in beberapa hari sebelum tenggat waktu?” “Tampaknya banyak check-in dukungan menit-menit terakhir telah dipaksa melalui divisi Cloud untuk mengisi kuota, menyebabkan banyak kesusahan dan kemarahan.” “Proses check-in dukungan yang membingungkan adalah sumber stres dan kecemasan yang semakin meningkat di kalangan Googler, terutama mengingat iklim ekonomi saat ini dan rumor PHK.”

Check-in dukungan dikaitkan dengan peringkat kinerja yang lebih rendah. Ini mulai dikirim ke karyawan pada awal Desember.

Kepala staf Google Fiona Cicconi mengakui bahwa pemberitahuan ‘dukungan masuk’ sudah terlambat, karena awal Desember. Sedangkan rencana PHK akan dilakukan tahun depan.

“Tidaklah ideal untuk check-in dukungan terjadi di akhir siklus peninjauan dan kami tahu bahwa orang perlu waktu untuk menyerap umpan balik dan mengambil tindakan terhadapnya,” kata Cicconi.

Sementara itu, CEO Sundar Pichai mengaku belum mengetahui apa yang akan terjadi ke depannya. “Apa yang kami coba lakukan adalah memprioritaskan upaya sehingga kami lebih siap menghadapi badai, apa pun yang terjadi,” katanya.

“Kami benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi sayangnya saya tidak dapat membuat komitmen apa pun ke depan, tetapi semua yang telah kami rencanakan sebagai perusahaan dalam enam hingga tujuh bulan terakhir adalah melakukan semua kerja keras untuk mencoba dan bekerja sebaik mungkin. “