liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
Bukan Indomie, tapi Supermi Pelopor Mi Instan di Indonesia

Siapa anak generasi milenial yang belum pernah mencicipi makanan “utama” ibunya: mie goreng padat berbentuk kotak makan, plus nasi putih dingin. Meski tidak memenuhi syarat diet seimbang, makan siang favorit ini memiliki cita rasa tak terlupakan yang sangat melekat di lidah.

Akhir-akhir ini mie goreng nasi putih kembali mengemuka di media sosial menyusul challenge “seberapa kaku mie goreng kamu?”

Pemenang tantangan ini adalah orang yang kuah mie gorengnya paling kaku dan mengikuti bentuk wadah saat diangkat. Di negara kita, menurut Asosiasi Mie Instan Dunia, mee goreng adalah jenis mie yang paling populer, tentu merek Indomie lah pemenangnya.

Indonesia juga menjadi negara dengan permintaan mi instan terbesar kedua di dunia, setelah China dan Hong Kong, yang sama-sama menempati urutan pertama dengan permintaan lebih dari 45 miliar porsi setahun.

Konsumsi mi instan di Indonesia mencapai lebih dari 14 miliar porsi per tahun (2022), meningkat sekitar 7,5% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2019, konsumsi mi instan di Indonesia mencapai 12,5 miliar porsi, angka ini terus meningkat signifikan menjadi 12,6 miliar pada tahun 2020 dan 12,3 miliar pada tahun 2021.

Seluk beluk Bisnis Mie Instan di Indonesia

Seperti air mineral yang identik dengan “Aqua” atau pasta gigi apa pun yang dikaitkan dengan merek “Odol”, mie instan di Indonesia adalah “Indomie”. Namun, merek Indomie bukanlah pionir mi instan di Indonesia.

Mie instan lahir di Jepang dari Momofuku Ando pada tahun 1958, sekitar 10 tahun setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II. Ide Ando untuk membuat mi instan tercetus saat ia melihat para pekerja mengantri untuk mendapatkan semangkuk ramen panas. Ia kemudian menciptakan mi kering cepat saji rasa chicken ramen sebagai solusi dari permasalahan tersebut.

Kini, setelah lebih dari 6 dekade sejak Ando menemukan mi instan pertama, masyarakat dunia telah mengonsumsi lebih dari 1000 miliar porsi mi instan setiap tahunnya.

Di Indonesia mie langsung muncul hasil kerjasama antara Sjarif Adil Sagala dan Eka Widjaya Moeis dengan Sankyu Shokushin Kabushiki Kaisha (Jepang). Menurut majalah Informasi volume 14 Edisi 167-172 (1994), pada April 1968 mereka mendirikan PT Lima Satu Sankyu yang memproduksi Supermi.

Tepung dan bantuan teknis membuat Supermi berasal dari Negeri Sakura. Pada tahun 1977, perusahaan berganti nama menjadi PT Lima Satu Sankyu Indonesia.

Sementara kelahiran mie instan Indomie singkatan “Indonesia Mie” dihadirkan oleh aktor lain bernama Djajadi Djaja, Wahyu Tjuandi, Ulong Senjaya, dan Pandi Kusuma. Pada awal tahun 1970-an mereka membentuk Sanmaru Food Manufacturing, pabrik tersebut beroperasi pada tahun 1972 dan membuat mie instan yang disebut “Indomie”.

Lahirnya Sarimi Produksi Indomie dan Supermi

Di tengah persaingan antara Supermie dan Indomie, seorang pengusaha bernama Liem Sioe Liong ikut meramaikan pasar mie instan di Indonesia. Pada akhir tahun 1970-an ia mendirikan PT Sarimi Asli Jaya dengan produknya Sarimi.

Saat itu, Liem melihat di Indonesia terjadi kelangkaan beras yang akan diganti oleh pemerintah dengan gandum. Melalui kampanye media, penggilingan padi mulai mendapat mandat untuk mempromosikan terigu.

Liem kemudian menginvestasikan uangnya untuk membangun fasilitas produksi dari Jepang agar mi Sarimi bisa diproduksi dalam jumlah banyak. Namun, hanya beberapa tahun setelah Liem masuk ke industri mi instan, ancaman krisis beras mereda. Meski telah memproduksi Sarimi dalam jumlah banyak.

Liem tidak kehilangan akal, ia kemudian berunding dengan Djajadi Djaja untuk menjalin kerjasama antara Sarimi dan Indomie. Singkat cerita, mereka membentuk perusahaan patungan bernama PT Indofood Interna pada tahun 1984.

Djajadi dengan merek Indomie memiliki pangsa terbesar yaitu 57,5%, sedangkan Liem dengan merek Sarimi memiliki 42,5%. Setelah mendapat status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada tahun 1989, PT Indofood International Corporation memiliki 100% saham.

Hanya dalam waktu dua tahun, PT Indofood memberanikan diri mengakuisisi merek mie instan yang menjadi pionir mie instan di Indonesia, Supermi. Kini berbagai merek mie produksi PT Indofood khususnya Indomie merajai pasar dalam dan luar negeri.

Indomie juga dinobatkan sebagai mie instan terlezat di dunia oleh LA Times. Bukan hanya kita yang mengingat mee goreng Indofood sebagai makanan favorit. Indomie adalah mata uang di penjara Amerika yang bisa digunakan untuk membeli kaos, rokok dan membayar jasa kebersihan.

Indomie juga menjadi makanan mewah bagi narapidana Australia yang berkelakuan baik. Di Nigeria, Indomie dianggap sebagai produk nasional karena populer digunakan di negara tersebut. Seperti jargon andalannya, Indomie pasti jadi selera saya.